JAKARTA – Manasik umroh bukan sekadar formalitas yang harus diikuti sebelum berangkat, melainkan bekal utama agar ibadah berjalan lancar. Banyak jamaah yang baru menyadari pentingnya manasik umroh saat tiba di Tanah Suci, ketika menghadapi situasi nyata yang berbeda dari teori yang didengar sebelumnya.
Contohnya, seorang jamaah muda yang tidak mengikuti manasik secara serius sering kebingungan ketika menghadapi kepadatan tawaf atau sa’i. Mereka tidak tahu cara mengatur ritme tubuh, posisi antre, dan strategi menjaga khusyuk. Hal ini sering membuat ibadah terasa tergesa-gesa, padahal inti manasik umroh adalah persiapan mental dan fisik agar ibadah maksimal.
Selain itu, manasik umroh memberi gambaran nyata tentang perjalanan. Jamaah belajar melakukan tawaf dan sa’i dengan benar, mengenal lokasi penting, dan memahami jadwal ziarah. Travel yang berpengalaman menekankan bahwa manasik umroh bukan hanya teori, tapi pengalaman yang mendidik agar jamaah siap menghadapi kepadatan, cuaca, dan perubahan jadwal.
Jangan Abaikan Manasik Umroh
Banyak jamaah yang mengabaikan manasik karena merasa sibuk dengan persiapan dokumen dan perlengkapan. Padahal, edukasi dan praktik manasik membantu mengurangi kebingungan di Tanah Suci. Misalnya, pendampingan yang jelas dapat mengajarkan cara beribadah di tempat ramai tanpa kehilangan kekhusyukan. Manasik umroh yang dipahami dengan baik juga mengurangi stres dan kelelahan.
Wisata Halal Indonesia (WHI) sering menekankan pentingnya manasik melalui konten edukatif di IG @whi.umrohhaji, sehingga jamaah baru memahami alur ibadah sebelum berangkat. Dengan pemahaman ini, manasik umroh menjadi alat mempersiapkan fisik, mental, dan spiritual jamaah secara menyeluruh.
Dengan pendekatan reflektif dan praktik yang matang, manasik umroh tidak lagi sekadar kewajiban formal, tapi bekal nyata yang membuat ibadah di Tanah Suci lancar dan khusyuk.


