JAKARTA – Banyak jamaah baru mengira sa’i umroh hanya berjalan bolak-balik antara Safa dan Marwah. Padahal, banyak hal penting yang sering terlupakan, sehingga ibadah terasa terburu-buru dan kurang khusyuk. Kesalahan ini biasanya baru terlihat saat jamaah berada di tengah ritual, terutama yang belum mengikuti manasik dengan baik.
Salah satu yang sering terlupakan adalah ritme tubuh. Banyak jamaah mengawali sa’i dengan semangat tinggi, tapi tidak mengatur tenaga. Akibatnya, pertengahan sa’i tubuh lelah, langkah tergesa-gesa, dan fokus doa menurun. Padahal, sa’i bukan hanya fisik, tapi momen refleksi spiritual yang seharusnya khusyuk.
Selain stamina, detail ritual sering terlewat. Posisi berjalan, membaca doa di titik tertentu, dan menjaga fokus agar tidak terdistraksi kerumunan sering dilupakan. Jamaah yang baru pertama kali melakukan sa’i umroh kerap mengikuti jamaah lain tanpa memahami makna atau adabnya.
Perencanaan Waktu Sa’i Umroh
Perencanaan waktu juga penting. Mengatur jam sa’i agar tidak bertepatan dengan kepadatan di Masjidil Haram membuat pengalaman lebih nyaman. Travel berpengalaman sering menekankan edukasi sebelum keberangkatan agar jamaah memahami setiap detail sa’i umroh, dari teknik hingga manajemen energi.
Persiapan fisik sederhana, seperti sepatu nyaman, pakaian ringan, dan hidrasi cukup, sangat membantu. Jamaah yang siap fisik dan mental biasanya mampu menjalankan sa’i umroh lebih khusyuk. Pendampingan yang tepat membuat proses lebih lancar tanpa kehilangan inti ibadah.
Dengan pemahaman dan persiapan matang, ritual sa’i bukan lagi melelahkan, tapi menjadi momen ibadah penuh makna.


