JAKARTA – DP umroh sering dianggap sebagai tahap akhir sebelum keberangkatan. Banyak calon jamaah berpikir begitu uang muka sudah dibayarkan, tinggal menunggu jadwal berangkat. Padahal, setelah membayar DP umroh, masih ada beberapa tahapan yang perlu dilalui sampai akhirnya benar-benar bisa berangkat ke Tanah Suci.
Kesalahpahaman seperti ini cukup sering terjadi. Ada yang mengira setelah transfer DP semua urusan selesai, padahal proses administrasi dan pembiayaan justru baru memasuki tahap berikutnya. Makanya, penting untuk memahami alurnya supaya kamu nggak bingung ketika nanti menjalani prosesnya.
Di program pembiayaan umroh syariah WHI bersama BFI Finance Syariah, pembayaran DP umroh bukan dilakukan di awal ketika baru datang berkonsultasi. Sebelum sampai ke tahap tersebut, calon jamaah akan lebih dulu memilih paket umroh bersama Tim Consultant (TC) WHI sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai program pembiayaan yang tersedia.
Kalau sudah menentukan paket dan ingin melanjutkan, data akan diteruskan kepada tim BFI Finance Syariah. Selanjutnya, pihak BFI akan melakukan follow up, mengumpulkan dokumen, lalu melakukan analisa dan pengecekan kelayakan pembiayaan. Proses ini dilakukan agar pembiayaan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kemampuan calon jamaah.
Barulah setelah pengajuan dinyatakan approved, jamaah melakukan pembayaran DP umroh kepada BFI Finance Syariah. Besaran DP dimulai dari 15 persen dari total harga paket umroh. Jadi, pembayaran uang muka dilakukan setelah proses analisa selesai, bukan sebelum pengajuan diproses.
Lalu, apa yang terjadi setelah DP Umroh dibayarkan?
Tahap berikutnya adalah penandatanganan akad pembiayaan. Program ini menggunakan akad Ijarah Multijasa, sehingga seluruh hak dan kewajiban kedua belah pihak dijelaskan sebelum dokumen ditandatangani. Jangan ragu membaca setiap poin atau bertanya kalau masih ada istilah yang belum dipahami. Lebih enak bertanya dari awal daripada baru bingung setelah proses berjalan.
Setelah akad selesai, proses administrasi keberangkatan mulai berjalan. Tim Consultant WHI akan fokus membantu berbagai persiapan yang berkaitan dengan perjalanan ibadah. Mulai dari memastikan data jamaah, membantu proses administrasi, hingga memberikan informasi mengenai jadwal keberangkatan dan persiapan lainnya.
Sementara itu, urusan pembayaran cicilan berikutnya akan dikelola langsung oleh pihak BFI Finance Syariah sesuai akad yang sudah disepakati. Jadi, setelah DP umroh dibayarkan, peran masing-masing pihak menjadi jelas. WHI fokus pada pelayanan dan persiapan keberangkatan jamaah, sedangkan pengelolaan pembiayaan berada di bawah BFI Finance Syariah.
Banyak calon jamaah juga bertanya apakah setelah membayar DP masih ada biaya tersembunyi yang harus dipersiapkan. Dalam program pembiayaan ini, ketentuannya sudah dijelaskan sejak awal. Tidak ada bunga, tidak ada biaya keterlambatan, dan juga tidak ada biaya tambahan atau penalti apabila jamaah ingin melakukan pelunasan lebih cepat. Kalau nilai pembiayaan melebihi Rp40 juta, terdapat ketentuan tambahan berupa agunan BPKB mobil sesuai kebijakan yang berlaku.
Supaya semua tahapan berjalan lancar, calon jamaah juga perlu memastikan seluruh dokumen sudah lengkap sejak awal. Mulai dari KTP, Kartu Keluarga, NPWP, bukti pembayaran listrik terbaru, hingga dokumen pekerjaan seperti slip gaji bagi karyawan atau rekening tabungan tiga bulan terakhir beserta Surat Keterangan Usaha untuk wiraswasta. Dokumen yang lengkap akan membantu proses analisa berjalan lebih cepat.
Kalau kamu masih penasaran bagaimana alur setelah pembayaran DP umroh, nggak perlu menebak-nebak sendiri. Tim @whi.umrohhaji siap menjelaskan seluruh prosesnya secara lengkap, mulai dari pengajuan pembiayaan, pembayaran DP, penandatanganan akad, sampai persiapan keberangkatan. Dengan memahami setiap tahap sejak awal, kamu bisa menjalani prosesnya dengan lebih tenang dan fokus mempersiapkan ibadah.

