Pembiayaan Umroh, Kenapa Ada Proses Analisa Sebelum Disetujui?

Pembiayaan Umroh, Kenapa Ada Proses Analisa Sebelum Disetujui?

JAKARTA – Pembiayaan umroh sering dianggap sama seperti membeli paket perjalanan biasa. Banyak yang berpikir, kalau dokumen sudah dikirim dan memilih paket, berarti tinggal menunggu jadwal berangkat. Padahal, sebelum pengajuan disetujui, ada satu tahapan yang memang harus dilalui, yaitu proses analisa.

Buat sebagian orang, tahap ini kadang menimbulkan pertanyaan. “Kenapa masih harus dianalisa? Bukannya saya cuma mau daftar umroh?” Padahal, proses ini justru dibuat supaya pembiayaan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kemampuan jamaah.

Di program pembiayaan umroh syariah WHI bersama BFI Finance Syariah, semuanya dimulai dari konsultasi bersama Tim Consultant (TC) WHI. Di tahap ini kamu bisa memilih paket umroh yang diinginkan sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai program pembiayaan, mulai dari pilihan tenor, besaran DP, hingga simulasi cicilan.

Kalau sudah merasa cocok dan ingin melanjutkan, barulah data calon jamaah diteruskan kepada tim BFI Finance Syariah. Nah, di sinilah proses pembiayaan umroh mulai masuk ke tahap analisa.

Tim BFI Finance Syariah akan melakukan follow up, mengumpulkan dokumen, lalu melakukan pengecekan kelayakan pembiayaan. Tujuannya bukan untuk mempersulit calon jamaah, tetapi memastikan bahwa skema pembiayaan yang dipilih memang sesuai dengan kondisi keuangan pemohon.

Karena itu, beberapa dokumen memang perlu disiapkan. Mulai dari KTP, Kartu Keluarga, NPWP, bukti pembayaran listrik terbaru, hingga dokumen pekerjaan. Untuk karyawan biasanya diminta slip gaji dan surat keterangan kerja, sedangkan wiraswasta dapat melampirkan rekening tabungan tiga bulan terakhir beserta Surat Keterangan Usaha.

Semakin lengkap dokumen yang diberikan, biasanya proses analisa juga akan berjalan lebih lancar. Kalau ada data yang masih kurang, tim akan menghubungi calon jamaah untuk melengkapinya sebelum proses dilanjutkan.

Kalau hasil analisa dinyatakan approved, jamaah baru melakukan pembayaran DP mulai dari 15 persen dari total harga paket kepada BFI Finance Syariah. Setelah itu dilakukan penandatanganan akad pembiayaan menggunakan akad Ijarah Multijasa, kemudian proses persiapan keberangkatan bersama WHI bisa dimulai.

Program pembiayaan umroh ini juga memberikan beberapa kemudahan. Jamaah dapat memilih tenor mulai dari 3 bulan hingga maksimal 36 bulan. Selain itu, tidak ada bunga, tidak ada biaya keterlambatan, dan tidak ada biaya tambahan atau penalti apabila ingin melakukan pelunasan lebih cepat. Khusus pembiayaan di atas Rp40 juta, terdapat ketentuan tambahan berupa agunan BPKB mobil sesuai kebijakan yang berlaku.

Jadi, kalau nanti pengajuanmu masuk ke tahap analisa, tidak perlu langsung khawatir. Itu memang bagian dari proses yang harus dilalui setiap calon jamaah. Justru dengan adanya analisa, pembiayaan yang diberikan bisa lebih sesuai dengan kemampuan sehingga cicilan tetap nyaman dijalani sampai selesai.

Kalau masih ingin tahu bagaimana proses pembiayaan umroh dari awal sampai pengajuan disetujui, kamu bisa berkonsultasi langsung dengan tim @whi.umrohhaji. Tim akan membantu menjelaskan seluruh alurnya secara lengkap, mulai dari pemilihan paket, proses analisa bersama BFI Finance Syariah, hingga persiapan keberangkatan ke Tanah Suci.

 

Indra Eka Setiawan

Writer & Blogger

Related Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook
Twitter
LinkedIn
Akun ke 3 Milik PT Wisata Halal Indonesia