JAKARTA – Umroh cicilan 36 bulan terdengar cukup ringan ketika pertama kali melihat nominal pembayaran bulanannya. Tetapi ada satu hal yang perlu dipikirkan lebih jauh sebelum memilih tenor panjang, yaitu kondisi keuangan kamu beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun setelah keberangkatan.
Penghasilan seseorang bisa berubah. Yang awalnya bekerja dengan pemasukan tetap bisa saja pindah pekerjaan, usaha bisa mengalami penurunan, atau kebutuhan keluarga mendadak bertambah. Karena itu, cicilan sebaiknya tidak dihitung hanya berdasarkan kemampuan membayar hari ini.
Ketika memilih umroh cicilan 36 bulan, calon jamaah sebenarnya sedang membuat komitmen keuangan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Artinya, keputusan tersebut perlu disesuaikan dengan pemasukan, pengeluaran rutin, dan rencana keuangan lain yang sudah dimiliki.
Tenor panjang memang punya sisi yang menarik. Masa pembayaran yang lebih lama dapat membuat beban pembayaran per bulan terasa lebih ringan dibandingkan mengambil tenor yang lebih pendek. Namun, kamu tetap perlu memastikan nominal tersebut masih masuk akal jika suatu waktu ada perubahan dalam kondisi keuangan.
Misalnya, saat ini pemasukan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus membayar cicilan. Lalu beberapa bulan kemudian ada kebutuhan besar yang sebelumnya tidak masuk perhitungan. Situasi seperti ini bisa membuat pembayaran yang tadinya terasa aman menjadi lebih berat.
Umroh Cicilan 36 Bulan Saat Kondisi Keuangan Berubah
Dalam Program Pembiayaan Umroh Syariah WHI x BFI Finance Syariah, umroh cicilan 36 bulan merupakan salah satu pilihan tenor yang tersedia. Program tersebut menggunakan akad Ijarah Multijasa dengan DP mulai 15 persen dari total harga paket umroh dan tenor mulai 3 hingga maksimal 36 bulan.
Program ini juga tidak menggunakan bunga, tidak mengenakan biaya keterlambatan, serta tidak ada biaya tambahan atau penalti untuk pelunasan lebih cepat sesuai ketentuan program. Meski begitu, calon jamaah tetap perlu memahami seluruh ketentuan pembiayaan sebelum menyetujui akad.
Ada pula ketentuan untuk pembiayaan di atas Rp40 juta yang mewajibkan agunan berupa BPKB mobil. Informasi seperti ini penting diketahui sejak awal karena setiap calon jamaah tentu memiliki kondisi dan kemampuan finansial yang berbeda.
Kalau setelah mengambil pembiayaan kondisi keuangan berubah, jangan langsung menghilang atau membiarkan pembayaran bermasalah tanpa komunikasi. Hubungi pihak yang menangani pembiayaan untuk mengetahui langkah dan ketentuan yang berlaku. Dengan komunikasi lebih awal, situasi bisa dibicarakan berdasarkan aturan yang memang sudah ditetapkan.
Karena itu, sebelum mengambil umroh cicilan 36 bulan, coba lihat kondisi keuangan secara lebih realistis. Jangan hanya menghitung “gaji dikurangi cicilan”, tetapi perhatikan juga kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan, tagihan rutin, dana darurat, dan rencana besar lain yang mungkin membutuhkan biaya.
Hal ini bukan berarti keinginan berangkat umroh harus ditunda setiap kali ada kekhawatiran soal keuangan. Justru dengan mengetahui kemampuan sendiri, kamu bisa menentukan paket dan tenor yang lebih masuk akal. Ibadah pun diharapkan tidak dibarengi rasa waswas karena cicilan yang terlalu berat.
Buat calon jamaah yang ingin mengambil umroh cicilan 36 bulan, prosesnya bisa dimulai dengan memilih paket bersama Tim Consultant WHI. Setelah itu, data calon jamaah akan diteruskan ke BFI Finance Syariah untuk proses lanjutan, termasuk pengumpulan dokumen, analisa, dan pengecekan kelayakan sesuai ketentuan.
Kalau masih ragu menentukan tenor atau ingin tahu apakah ada pilihan pembiayaan yang sesuai dengan kondisi kamu, nggak perlu menebak-nebak sendiri. Konsultasikan dulu programnya melalui @whi.umrohhaji, sehingga kamu bisa mendapatkan penjelasan mengenai paket umroh dan skema pembiayaannya sebelum mengambil keputusan.

