Doa Perjalanan Umroh dari Rumah hingga Tiba di Tanah Suci

Doa Perjalanan Umroh dari Rumah hingga Tiba di Tanah Suci

JAKARTA – Doa perjalanan umroh bisa menjadi salah satu bekal penting yang dipersiapkan sebelum berangkat ke Tanah Suci. Selain menyiapkan paspor, pakaian ihram, obat-obatan, dan perlengkapan lainnya, calon jamaah juga perlu mempelajari bacaan doa yang bersumber dari tuntunan Islam agar perjalanan dapat dijalani dengan mengingat Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Bagi jamaah yang baru pertama kali berangkat, menghafal banyak bacaan mungkin terasa membingungkan. Kamu tidak harus menguasai semuanya sekaligus. Mulailah dengan memahami doa ketika keluar rumah, doa naik kendaraan, doa safar, serta bacaan talbiyah ketika memulai rangkaian ibadah umroh. Mengetahui arti setiap bacaan juga membantu kamu membacanya dengan lebih sadar, bukan hanya menghafalkan bunyinya.

1. Doa Ketika Keluar Rumah

Sebelum meninggalkan rumah, seorang muslim dianjurkan membaca doa keluar rumah. Bacaan ini menjadi bentuk permohonan pertolongan dan perlindungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala saat memulai aktivitas maupun perjalanan.

Bacaan Arab:

بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Latin:

Bismillāhi, tawakkaltu ‘alallāhi, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.

Artinya:

“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

Bacaan ini dapat diamalkan saat hendak meninggalkan rumah menuju bandara atau tempat keberangkatan. Selain membaca doa, pastikan semua kebutuhan sudah diperiksa, pintu rumah terkunci, dokumen perjalanan dibawa, dan keluarga mengetahui jadwal keberangkatanmu.

2. Doa Naik Kendaraan

Ketika menaiki mobil, bus, atau kendaraan lain untuk menuju bandara, kamu bisa membaca doa naik kendaraan. Bacaan ini mengingatkan bahwa kemampuan manusia untuk bepergian tetap bergantung pada pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Bacaan Arab:

بِسْمِ اللَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

Latin:

Bismillāh, alhamdulillāh. Subḥānalladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahū muqrinīn, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn.

Artinya:

“Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah. Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kepada Tuhan kamilah kami akan kembali.”

Bacaan tersebut berasal dari tuntunan yang tercantum dalam Surah Az-Zukhruf ayat 13–14. Kamu dapat membacanya ketika mulai melakukan perjalanan menggunakan kendaraan, sambil tetap memperhatikan keselamatan dan mengikuti arahan pengemudi.

3. Doa Safar Selama Perjalanan

Doa safar merupakan salah satu bacaan yang dianjurkan ketika melakukan perjalanan. Di dalamnya terdapat permohonan agar perjalanan dipenuhi kebaikan, dimudahkan, dan dijauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Bacaan Arab:

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

Latin:

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar.

Subḥānalladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahū muqrinīn, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn.

Allāhumma innā nas’aluka fī safarinā hādzā al-birra wat-taqwā, wa minal-‘amali mā tardhā. Allāhumma hawwin ‘alainā safaranā hādzā waṭwi ‘annā bu’dah. Allāhumma antash-shāḥibu fis-safari wal-khalīfatu fil-ahl. Allāhumma innī a’ūdzu bika min wa’tsā’is-safari, wa ka’ābatil-manzhari, wa sū’il-munqalabi fil-māli wal-ahl.

Artinya:

“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kepada Tuhan kamilah kami akan kembali.

Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kebaikan dan ketakwaan dalam perjalanan kami ini serta amalan yang Engkau ridai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah jaraknya. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan penjaga keluarga yang kami tinggalkan. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, serta keburukan ketika kembali dalam harta dan keluarga.”

Bacaan ini diriwayatkan dalam hadis tentang doa safar, di antaranya dalam Sahih Muslim. Jamaah dapat mempelajarinya sebelum berangkat dan membaca sesuai tuntunan ketika memulai perjalanan.

4. Bacaan Talbiyah Ketika Memulai Umroh

Setelah memasuki rangkaian ihram sesuai ketentuan manasik, jamaah membaca talbiyah. Bacaan ini menjadi salah satu penanda pemenuhan panggilan untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Bacaan Arab:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ

Latin:

Labbaika Allāhumma labbaik, labbaika lā syarīka laka labbaik. Innal-ḥamda wan-ni’mata laka wal-mulk, lā syarīka lak.

Artinya:

“Aku memenuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu. Aku memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.”

Talbiyah dibaca setelah berniat ihram untuk umroh sesuai tuntunan manasik. Karena itu, penting mengikuti arahan pembimbing agar memahami kapan mulai membaca talbiyah dan kapan menghentikannya menjelang pelaksanaan tawaf.

5. Persiapkan Doa dan Perjalanan dengan Tenang

Mempelajari doa perjalanan umroh tidak harus dilakukan dengan menghafal semua bacaan dalam satu malam. Kamu bisa menyimpan catatan doa di ponsel, membawa buku saku, atau berlatih membaca bersama keluarga sebelum keberangkatan. Utamakan bacaan yang paling sering digunakan terlebih dahulu, lalu pelajari maknanya secara bertahap.

Jangan lupa, doa juga perlu diiringi ikhtiar. Pastikan dokumen lengkap, jadwal penerbangan sudah dikonfirmasi, kondisi tubuh dijaga, dan perlengkapan penting tersimpan dengan baik. Jika bepergian bersama rombongan, simpan nomor pembimbing serta sepakati titik kumpul agar lebih mudah berkoordinasi ketika diperlukan.

Untuk membantu persiapan perjalanan, kamu juga dapat berkonsultasi dengan tim Wisata Halal Indonesia (WHI) mengenai paket, jadwal, dan kebutuhan keberangkatan. Persiapan yang terencana akan membuat kamu lebih leluasa berfokus pada ibadah selama berada di Tanah Suci.

Indra Eka Setiawan

Writer & Blogger

Related Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook
Twitter
LinkedIn
Akun ke 3 Milik PT Wisata Halal Indonesia