JAKARTA – Kalau sudah ngomongin biaya umroh, jujur hampir semua orang pasti langsung sensitif. Wajar sih, karena umroh memang butuh biaya besar dan orang pasti pengin dapat harga yang paling masuk akal. Tapi masalahnya, kadang fokusnya jadi cuma satu: yang penting murah dulu.
Awalnya memang terasa menyenangkan. Lihat paket lebih murah beberapa juta langsung terasa hemat. Belum lagi kalau caption promosinya manis banget. Hotel dekat, makan enak, jadwal nyaman, fasilitas lengkap. Rasanya kayak nemu deal terbaik.
Tapi banyak jamaah baru mulai sadar setelah berangkat. Ada yang ternyata hotelnya lumayan jauh jadi bolak-balik capek sendiri. Ada yang jadwalnya terlalu padat sampai badan drop. Ada juga yang baru tahu beberapa fasilitas ternyata nggak sesuai ekspektasi.
Yang bikin nyesek biasanya bukan cuma soal nyaman atau nggaknya. Tapi karena ibadah yang tadinya pengin dijalani tenang malah jadi kepikiran banyak hal. Padahal orang berangkat umroh itu biasanya bawa harapan besar. Pengin hati lebih adem, pengin fokus ibadah, pengin menikmati momen di Tanah Suci.
Jangan Cuma Lihat Biaya Umroh
Makanya banyak jamaah akhirnya bilang, “Harusnya dulu nggak cuma lihat harga.” Karena setelah dijalani, mereka baru ngerti kalau biaya umroh itu sebenarnya berhubungan juga sama kenyamanan perjalanan.
Bukan berarti semua paket murah jelek ya. Tetap ada yang bagus dan worth it. Cuma memang jamaah sekarang perlu lebih realistis. Jangan sampai demi selisih harga, malah bikin ibadah terasa berat sendiri.
Sekarang juga mulai banyak orang yang lebih pilih travel dengan penjelasan yang jujur dan nggak terlalu over janji. Karena biasanya dari cara mereka jelasin program saja sudah kelihatan apakah mereka cuma jual harga atau benar-benar mikirin kenyamanan jamaah. Kalau mau lihat model yang komunikasinya santai dan nggak terlalu gimmick, bisa cek juga di @whi.umrohhaji.

