JAKARTA – Umroh tanpa riba menjadi salah satu hal yang paling sering ditanyakan calon jamaah ketika mulai mencari informasi tentang program pembiayaan umroh. Tidak sedikit yang sebenarnya sudah ingin berangkat, tetapi masih ragu karena khawatir sistem pembiayaannya tidak sesuai dengan prinsip syariah.
Keraguan itu wajar. Apalagi sekarang banyak sekali informasi yang beredar di media sosial. Ada yang mengatakan semua pembiayaan pasti mengandung riba, ada juga yang langsung menyimpulkan tanpa mengetahui akad yang digunakan. Akibatnya, calon jamaah justru semakin bingung menentukan pilihan.
Padahal, sebelum menilai sebuah program pembiayaan, ada baiknya memahami dulu bagaimana mekanismenya. Sebab tidak semua pembiayaan menggunakan sistem yang sama. Ada yang memang menggunakan skema konvensional, tetapi ada juga yang dirancang menggunakan akad syariah.
Kalau kamu sedang mencari program umroh tanpa riba, salah satu hal pertama yang perlu dicek adalah akad yang digunakan. Jangan hanya melihat besarnya cicilan atau uang muka, tetapi pahami juga bagaimana proses pembiayaannya dijalankan.
Program pembiayaan umroh syariah WHI bersama BFI Finance Syariah menggunakan akad Ijarah Multijasa. Akad ini menjadi dasar dalam proses pembiayaan sehingga jamaah memahami sejak awal bagaimana mekanisme pembayaran yang dijalankan.
Pahami Dahulu Umroh Tanpa Riba
Selain itu, calon jamaah juga perlu mengetahui bahwa prosesnya tidak langsung masuk ke tahap pembiayaan. Semua diawali dengan konsultasi bersama Tim Consultant WHI. Di sini jamaah bisa memilih paket umroh yang diinginkan sekaligus bertanya mengenai sistem pembiayaan, simulasi angsuran, hingga persyaratan yang diperlukan.
Kalau jamaah sudah merasa cocok, data akan diteruskan kepada tim BFI Finance Syariah. Selanjutnya dilakukan proses follow up, pengumpulan dokumen, serta analisa dan pengecekan kelayakan pembiayaan. Dengan begitu, pembiayaan yang diberikan benar-benar disesuaikan dengan kemampuan calon jamaah.
Apabila pengajuan disetujui, jamaah melakukan pembayaran DP mulai dari 15 persen dari harga paket umroh dan menandatangani akad pembiayaan. Setelah administrasi selesai, jamaah tinggal fokus mempersiapkan keberangkatan bersama WHI.
Hal lain yang juga sering membuat calon jamaah merasa lebih tenang adalah tidak adanya bunga dalam program ini. Selain itu, tidak ada biaya keterlambatan dan tidak ada penalti apabila jamaah ingin melunasi pembiayaan lebih cepat. Bagi pembiayaan di atas Rp40 juta, terdapat ketentuan tambahan berupa agunan BPKB mobil sesuai kebijakan yang berlaku.
Kalau kamy masih memiliki pertanyaan mengenai program pembiayaan syariah untuk umroh, tim @whi.umrohhaji siap membantu menjelaskan secara lebih rinci. Tidak harus langsung mendaftar, tetapi setidaknya kamu mendapatkan gambaran yang utuh sebelum menentukan pilihan.

