JAKARTA – Menunda umroh sering terasa seperti keputusan yang biasa saja. “Nanti kalau tabungan sudah cukup.” “Tunggu anak agak besar dulu.” “Tahun depan aja, sekarang masih banyak kebutuhan.” Kalimat seperti ini mungkin pernah keluar dari mulut banyak orang yang sebenarnya sudah lama punya keinginan ke Tanah Suci.
Masalahnya, tahun depan belum tentu datang dengan kondisi yang lebih longgar. Hari ini menunggu tabungan bertambah, besok muncul kebutuhan lain. Sudah ada uang sedikit, tiba-tiba ada biaya sekolah anak, kendaraan rusak, atau kebutuhan keluarga yang tidak bisa ditunda. Akhirnya rencana umroh kembali mundur.
Itu salah satu risiko menunda umroh yang kadang tidak disadari. Bukan berarti semua orang harus memaksakan diri berangkat sekarang juga. Kondisi keuangan tentu tetap harus dipikirkan. Tapi terlalu lama menunggu sampai semuanya benar-benar sempurna juga bisa membuat rencana itu tidak pernah bergerak.
Banyak orang sebenarnya tidak kekurangan niat. Yang sulit justru memulai. Karena merasa biaya umroh masih jauh, mereka memilih tidak mencari informasi sama sekali. Padahal, setelah mulai bertanya dan melihat pilihan yang ada, kadang baru tahu bahwa ada beberapa cara untuk merencanakan keberangkatan.
Risiko lain dari menunda umroh adalah kondisi hidup terus berubah. Hari ini mungkin masih sehat dan punya tenaga untuk berjalan cukup jauh saat thawaf atau sa’i. Beberapa tahun lagi belum tentu kondisinya sama. Usia bertambah, kesibukan berubah, dan tanggung jawab juga bisa semakin banyak.
Belum lagi soal waktu. Ada orang yang selalu merasa belum punya waktu untuk berangkat. Pekerjaan sedang ramai, bisnis sedang berjalan, anak-anak masih membutuhkan perhatian. Setelah satu urusan selesai, biasanya datang urusan lain. Kalau terus menunggu waktu kosong, bisa-bisa jadwal umroh tidak pernah benar-benar dibuat.
Karena itu, punya rencana lebih baik daripada hanya menyimpan niat. Kamu bisa mulai dari hal sederhana, misalnya mencari tahu biaya paket, menentukan target keberangkatan, atau mulai menyisihkan uang setiap bulan. Tidak harus langsung mengambil keputusan besar hari itu juga.
Daripada Menunda Umroh, Coba Program WHI
Buat yang merasa belum punya dana penuh, sekarang juga ada pilihan program pembiayaan umroh syariah. Salah satunya melalui program WHI bersama BFI Finance Syariah. Prosesnya dimulai dari konsultasi dengan Tim Consultant WHI untuk memilih paket dan memahami skema yang tersedia.
Kalau sudah memilih paket dan ingin melanjutkan, data calon jamaah akan diteruskan kepada BFI Finance Syariah untuk proses follow up, pengumpulan dokumen, analisa, dan pengecekan kelayakan pembiayaan. Kalau pengajuan disetujui, jamaah melakukan pembayaran DP mulai dari 15 persen dari total harga paket dan menandatangani akad Ijarah Multijasa.
Pilihan tenor juga tersedia mulai dari 3 hingga maksimal 36 bulan. Program ini tidak menggunakan bunga, tidak ada biaya keterlambatan, serta tidak ada biaya tambahan atau penalti apabila ingin melakukan pelunasan lebih cepat. Untuk nilai pembiayaan di atas Rp40 juta, ada ketentuan agunan berupa BPKB mobil.
Jadi, menunda umroh memang bukan selalu keputusan yang salah. Yang perlu dihindari adalah terus menunda tanpa pernah punya rencana yang jelas. Kalau memang belum siap sekarang, setidaknya mulai cari tahu apa yang perlu disiapkan agar keinginan itu punya arah.
Kalau kamu sudah lama ingin berangkat tapi masih bingung harus mulai dari mana, coba konsultasi dulu ke @whi.umrohhaji. Tidak harus langsung daftar. Kamu bisa tanya paket, jadwal, sampai pilihan pembiayaan yang sesuai dengan kondisi keuanganmu, lalu menentukan sendiri kapan waktu yang paling pas untuk melangkah.

