Cicilan Umroh di Tengah Banyak Kebutuhan, Masih Bisa Jalan Bareng?

Mitos Seputar Daftar Haji Khusus Nomor Porsi Haji Khusus: Cara Cek dan Artinya Checklist Lengkap Sebelum Daftar Haji Khusus Tidak Ada Visa Furoda, Waspada Penipuan Haji Berkedok Berangkat Tanpa Antrean DP Umroh Bukan Sekadar Uang Muka, Ini Fungsi yang Perlu Dipahami DP Umroh 15 Persen, Bagaimana Perhitungannya? Cicilan Umroh di Tengah Banyak Kebutuhan, Masih Bisa Jalan Bareng?

JAKARTA – Cicilan umroh di tengah banyak kebutuhan memang bikin calon jamaah harus berpikir dua kali. Gaji yang masuk setiap bulan bukan cuma buat kebutuhan rumah, tapi juga ada tagihan, biaya sekolah, transportasi, belanja, sampai kebutuhan mendadak yang kadang nggak bisa diprediksi.

Karena itu, wajar kalau ada yang sudah punya niat umroh tapi masih ragu mengambil pembiayaan. Bukan nggak mau berangkat, hanya saja takut setelah punya kewajiban pembayaran, kebutuhan lain malah jadi terganggu. Kekhawatiran seperti ini justru perlu dijawab dengan perhitungan, bukan sekadar nekat.

Sebenarnya, cicilan umroh bisa saja berjalan beriringan dengan kebutuhan lain selama nominal pembayarannya memang masih masuk dalam kemampuan keuangan. Kuncinya bukan mencari cicilan yang paling kecil, tetapi melihat apakah penghasilan bulanan cukup untuk memenuhi semua kewajiban tanpa membuat kondisi rumah tangga jadi berat.

Coba mulai dari hal sederhana. Catat dulu pemasukan rutin, kebutuhan wajib, tagihan, pengeluaran harian, sampai dana yang biasanya dipakai untuk keperluan tak terduga. Dari sana baru kelihatan apakah masih ada ruang yang realistis untuk pembayaran pembiayaan.

Kalau memang ada ruang, langkah berikutnya jangan langsung daftar. Cari tahu dulu paket umroh yang sesuai, berapa harga totalnya, berapa DP yang harus dibayar, serta berapa lama tenor pembayarannya. Semakin jelas angkanya, semakin mudah juga untuk menilai apakah rencana tersebut masuk akal.

Konsultasi Dahulu Aja Sebelum Cicilan Umroh

Dalam program pembiayaan umroh syariah WHI bersama BFI Finance Syariah, calon jamaah bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan Tim Consultant WHI. Kamu bisa memilih paket sekaligus bertanya mengenai skema pembiayaan sebelum memutuskan untuk mengajukan.

Setelah paket dipilih dan calon jamaah memastikan ingin mengajukan, data kemudian diteruskan kepada BFI Finance Syariah. Berikutnya ada proses follow up, pengumpulan dokumen, analisa, dan pengecekan kelayakan pembiayaan.

Jadi, cicilan umroh bukan sekadar soal berapa rupiah yang dibayar setiap bulan. Ada proses pengajuan yang harus dilalui dan keputusan persetujuan tetap berdasarkan analisa dari pihak pembiayaan.

Kalau pengajuan disetujui, jamaah membayar DP mulai dari 15 persen dari total harga paket kepada BFI Finance Syariah. Akad yang digunakan adalah Ijarah Multijasa, kemudian pembayaran berikutnya dilakukan sesuai tenor yang telah disetujui.

Pilihan tenornya mulai dari 3 bulan sampai maksimal 36 bulan. Pilihan ini bisa menjadi pertimbangan buat calon jamaah yang ingin menyesuaikan kewajiban pembayaran dengan kemampuan bulanannya, tentunya tetap mengikuti hasil analisa pembiayaan.

Program ini juga tidak menggunakan bunga. Selain itu, tidak ada biaya keterlambatan dan tidak ada biaya tambahan atau penalti jika jamaah ingin melakukan pelunasan lebih cepat. Untuk pembiayaan di atas Rp40 juta, terdapat ketentuan agunan berupa BPKB mobil.

Meski begitu, jangan sampai semua kebutuhan dihitung terlalu optimistis. Misalnya, pemasukan bulan ini terlihat aman, tapi ternyata ada biaya sekolah yang naik, kebutuhan keluarga, atau pengeluaran tahunan yang belum dimasukkan ke perhitungan. Hal-hal seperti itu perlu dipikirkan sejak awal.

Karena tujuan akhirnya bukan cuma bisa berangkat umroh. Setelah berangkat, kehidupan tetap berjalan seperti biasa dan kewajiban pembayaran juga harus diselesaikan sesuai kesepakatan.

Itulah kenapa cicilan umroh sebaiknya dipandang sebagai bagian dari perencanaan keuangan, bukan jalan pintas supaya bisa cepat berangkat. Kalau setelah dihitung ternyata masih ada ruang, pembiayaan bisa dipertimbangkan. Kalau belum ada ruang, menunda sambil memperkuat kondisi keuangan juga bukan keputusan yang salah.

Buat yang sudah punya niat tapi masih bingung menghitung kemampuan, nggak perlu buru-buru mengambil keputusan. Konsultasi dulu dengan tim @whi.umrohhaji, tanyakan paket, DP, pilihan tenor, dokumen, dan alur pengajuan. Dari informasi itu, kamu bisa menilai sendiri apakah cicilan umroh masih bisa jalan bareng dengan kebutuhan yang selama ini harus dipenuhi.

Indra Eka Setiawan

Writer & Blogger

Related Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook
Twitter
LinkedIn
Akun ke 3 Milik PT Wisata Halal Indonesia