DP Umroh 15 Persen, Sisanya Harus Disiapkan Seperti Apa?

Biaya Umroh Termurah Sekamar Berdua Sekaligus ke Qatar Cuma Rp 31 Jutaan! Biaya Umroh 2026 Termurah Berapa? DP Umroh 15 Persen, Sisanya Harus Disiapkan Seperti Apa?

JAKARTA – DP Umroh sering jadi angka pertama yang dicari calon jamaah ketika mulai mempertimbangkan pembiayaan. Apalagi kalau sudah mendengar ada program dengan DP mulai 15 persen, pertanyaan berikutnya biasanya bukan lagi soal bisa atau nggak berangkat, tapi bagaimana menyiapkan pembayaran sisanya.

Wajar kalau muncul pertanyaan seperti itu. Punya 15 persen dari harga paket mungkin terasa lebih ringan dibanding harus menyediakan seluruh biaya sekaligus, tapi bukan berarti setelah membayar DP semua urusan selesai. Masih ada kewajiban pembayaran berikutnya yang harus dipahami sejak awal.

Karena itu, sebelum mengajukan DP Umroh, calon jamaah sebaiknya jangan cuma menghitung uang yang harus disiapkan di depan. Hitung juga kemampuan untuk memenuhi pembayaran setelahnya supaya rencana keberangkatan nggak mengganggu kebutuhan lain.

Dalam program pembiayaan umroh syariah WHI bersama BFI Finance Syariah, DP dimulai dari 15 persen dari total harga paket. Jadi, nominal pastinya tetap bergantung pada harga paket yang dipilih.

Misalnya harga paket berbeda, otomatis nominal DP yang harus dibayarkan juga berbeda. Karena itu, lebih baik jangan berpatokan pada angka tertentu sebelum mengetahui paket yang ingin dipilih dan hasil perhitungannya.

Konsultasi Dulu Sebelum DP Umroh

Calon jamaah bisa mulai dengan konsultasi bersama Tim Consultant WHI. Di tahap ini, kamu bisa bertanya mengenai paket, harga, keberangkatan, ketentuan DP Umroh, sampai mekanisme pembiayaan yang tersedia.

Kalau sudah memilih paket dan ingin mengajukan pembiayaan, data kemudian diteruskan kepada BFI Finance Syariah. Setelah itu, ada proses follow up, pengumpulan dokumen, analisa, serta pengecekan kelayakan sebelum pengajuan dinyatakan disetujui.

Jadi, jangan menganggap DP Umroh sebagai satu-satunya hal yang perlu disiapkan. Ada proses pengajuan yang harus dilalui dan kemampuan pembayaran juga menjadi bagian dari pertimbangan pembiayaan.

Jika pengajuan disetujui, jamaah membayar DP mulai dari 15 persen kepada BFI Finance Syariah. Selanjutnya, pembiayaan menggunakan akad Ijarah Multijasa dan sisa kewajiban dibayarkan sesuai tenor yang disepakati.

Pilihan tenornya mulai dari 3 bulan sampai maksimal 36 bulan. Dengan pilihan tersebut, calon jamaah bisa melihat mana yang lebih sesuai dengan kondisi pemasukan dan pengeluaran bulanannya, tentunya tetap berdasarkan hasil analisa pengajuan.

Program ini tidak menggunakan bunga. Selain itu, tidak ada biaya keterlambatan dan tidak ada biaya tambahan atau penalti apabila jamaah ingin melakukan pelunasan lebih cepat. Untuk pembiayaan di atas Rp40 juta, ada ketentuan agunan berupa BPKB mobil.

Lalu bagaimana cara menyiapkan sisanya? Jawabannya bukan dengan mengorbankan kebutuhan utama. Justru sejak awal calon jamaah harus membuat perhitungan sederhana, berapa pemasukan rutin setiap bulan dan berapa bagian yang benar-benar aman digunakan untuk memenuhi kewajiban pembayaran.

Kalau setelah dihitung masih ada ruang, berarti rencana pembiayaan bisa dipertimbangkan. Tapi kalau ternyata pembayaran akan membuat kebutuhan rumah tangga terganggu, sebaiknya jangan dipaksakan hanya karena merasa sudah punya uang untuk DP Umroh.

Hal lain yang perlu disiapkan adalah dokumen. Calon jamaah perlu mengikuti ketentuan dokumen yang diminta dalam proses pengajuan, sehingga proses analisa bisa berjalan sesuai prosedur. Informasi mengenai dokumen tersebut bisa ditanyakan langsung saat konsultasi.

Kalau kamu sudah punya sebagian dana dan sedang menghitung apakah program ini bisa dijalankan, nggak perlu menerka-nerka sendiri. Konsultasikan dulu dengan tim @whi.umrohhaji untuk mengetahui pilihan paket, nominal DP, tenor, dokumen, dan alur pengajuannya. Setelah semua jelas, kamu bisa menentukan langkah dengan lebih tenang dan sesuai kemampuan.

Indra Eka Setiawan

Writer & Blogger

Related Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook
Twitter
LinkedIn
Akun ke 3 Milik PT Wisata Halal Indonesia