Umroh 9 Hari, Apa yang Biasanya Baru Terasa Penting Setelah Sampai?

Umroh 9 Hari, Apa yang Biasanya Baru Terasa Penting Setelah Sampai?

JAKARTA – Umroh 9 hari sering membuat jamaah sibuk menghitung jumlah baju, obat, dan perlengkapan yang harus dibawa. Padahal, ada beberapa barang yang baru terasa penting setelah benar-benar berada di Tanah Suci.

Sebelum berangkat, semua barang di rumah terlihat seperti bisa ditinggal. Setelah sampai hotel dan mulai menjalani aktivitas, barulah terasa bahwa benda kecil tertentu ternyata cukup membantu.

Hal ini wajar karena suasana perjalanan berbeda dengan kehidupan sehari-hari. Jamaah akan lebih banyak berjalan, mengikuti jadwal rombongan, berpindah tempat, dan menyesuaikan diri dengan rutinitas ibadah.

Salah satu barang yang sering terasa manfaatnya adalah alas kaki yang nyaman. Bukan cuma karena dipakai berjalan, tetapi karena jamaah bisa cukup sering berpindah dari hotel menuju masjid atau tempat lain.

Begitu juga dengan tas kecil. Membawa barang penting dengan tas yang terlalu besar justru bisa terasa merepotkan, terutama ketika harus bergerak bersama rombongan.

Umroh 9 Hari, Barang Kecil Apa yang Ternyata Berguna?

Dalam perjalanan umroh 9 hari, barang yang terasa penting biasanya bukan barang yang ukurannya besar. Justru barang kecil yang membantu aktivitas sehari-hari sering lebih terasa manfaatnya.

Misalnya kantong untuk sandal. Kelihatannya sederhana, tetapi ketika harus meninggalkan alas kaki sebelum masuk area tertentu, kantong seperti ini membuat kamu tidak perlu bingung menyimpan sandal.

Tisu juga termasuk barang yang sebaiknya mudah dijangkau. Begitu pula hand sanitizer, masker bila diperlukan, dan botol minum yang memang sesuai dengan kebutuhan perjalanan.

Barang lain yang sering terlupakan adalah charger cadangan atau kabel tambahan. Ponsel sekarang menjadi alat komunikasi, dokumentasi, dan akses informasi perjalanan, sehingga baterai habis di tengah aktivitas tentu cukup merepotkan.

Obat pribadi juga sebaiknya tidak hanya dipikirkan sebagai barang yang masuk koper. Kalau ada obat yang rutin digunakan, tempatkan di lokasi yang mudah dijangkau dan tetap ikuti aturan penggunaannya.

Kemudian ada pakaian. Banyak jamaah merasa perlu membawa pakaian sebanyak mungkin karena perjalanan berlangsung sembilan hari. Padahal, pakaian yang nyaman dan mudah dicuci sering lebih berguna daripada koper yang penuh.

Jangan lupa juga membawa kantong terpisah untuk pakaian kotor. Setelah beberapa hari, pemisahan pakaian bersih dan kotor akan membuat koper jauh lebih mudah diatur.

Kalau kamu mendapat perlengkapan dari travel, cek juga apa saja yang sudah tersedia. Beberapa paket WHI misalnya sudah mencantumkan perlengkapan seperti cover koper, luggage tag, kain ihram, buku doa, tote bag, dompet paspor, outer, dan tumbler.

Dengan mengetahui fasilitas tersebut sejak awal, kamu tidak perlu membeli atau membawa barang yang sebenarnya sudah disediakan. Ruang koper pun bisa digunakan untuk kebutuhan pribadi yang memang belum tersedia.

Yang juga sering baru terasa adalah kebutuhan ruang kosong. Saat berangkat, koper mungkin terasa terlalu lega. Tapi setelah perjalanan berjalan beberapa hari, ruang itu bisa berguna untuk menyimpan barang belanjaan atau oleh-oleh.

Karena itu, jangan merasa harus memenuhi koper sampai penuh sejak Indonesia. Membawa barang secukupnya justru membuat perjalanan lebih praktis.

Dalam umroh 9 hari, kemampuan mengatur barang juga menjadi bagian kecil dari cara mengatur tenaga. Semakin mudah kamu menemukan barang yang dibutuhkan, semakin sedikit waktu dan energi yang terbuang hanya untuk mencari sesuatu.

Kalau baru pertama kali umroh, tidak perlu malu bertanya kepada tour leader atau tim travel mengenai barang yang sebaiknya dibawa. Pengalaman orang yang sudah sering mendampingi jamaah bisa membantu kamu memilah barang yang memang penting dan mana yang hanya terasa penting sebelum berangkat.

Kamu juga bisa membuat daftar sederhana beberapa hari sebelum keberangkatan. Setelah itu, beri tanda mana barang wajib, mana barang cadangan, dan mana yang sebenarnya bisa dibeli atau dicari di sana jika memang dibutuhkan.

WHI sendiri menyediakan beberapa pilihan paket dengan fasilitas yang sudah mencakup kebutuhan perjalanan. Kalau kamu sedang menyiapkan keberangkatan, kamu bisa konsultasi dengan @whi.umrohhaji supaya barang bawaan juga bisa disesuaikan dengan paket yang dipilih.

Indra Eka Setiawan

Writer & Blogger

Related Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook
Twitter
LinkedIn
Akun ke 3 Milik PT Wisata Halal Indonesia