Tas Kabin untuk Umroh, Barang Apa yang Wajib Ada di Dalamnya?

Tas Kabin untuk Umroh, Barang Apa yang Wajib Ada di Dalamnya?

JAKARTA – Tas kabin untuk umroh sering dianggap cuma sebagai tempat menyimpan barang yang tidak muat di koper. Padahal, justru tas inilah yang akan paling sering berada di dekat kamu selama perjalanan menuju Tanah Suci.

Bayangkan ketika sudah di bandara dan koper bagasi masuk ke pesawat. Barang yang ada di dalam koper tidak bisa langsung diambil sampai kamu tiba di tujuan, sementara beberapa kebutuhan mungkin tetap diperlukan selama perjalanan.

Karena itu, isi tas kabin sebaiknya tidak asal penuh. Pilih barang yang memang berguna selama penerbangan dan beberapa jam pertama setelah tiba, terutama barang yang sulit dicari kalau ternyata tertinggal di bagasi.

Dokumen perjalanan tentu menjadi prioritas. Paspor, tiket atau dokumen perjalanan lainnya, serta barang penting yang berkaitan dengan perjalanan sebaiknya berada di tempat yang mudah dijangkau dan tidak tercampur dengan barang kecil.

Selain dokumen, obat pribadi juga sebaiknya tidak dimasukkan semuanya ke koper bagasi. Kalau ada obat yang memang harus diminum pada waktu tertentu, tentu lebih aman berada di tas yang selalu kamu bawa.

Tas Kabin untuk Umroh, Apa Saja yang Sebaiknya Masuk?

Dalam menyiapkan tas kabin untuk umroh, kamu bisa mulai dari barang yang benar-benar dibutuhkan selama penerbangan. Ponsel, charger, power bank sesuai aturan maskapai, earphone, tisu, hand sanitizer, dan perlengkapan pribadi sederhana bisa menjadi isi dasar.

Jangan lupa membawa satu set pakaian sederhana sebagai cadangan jika memungkinkan. Bukan berarti harus membawa banyak pakaian, tetapi satu pakaian ganti bisa berguna kalau terjadi sesuatu pada pakaian yang sedang digunakan selama perjalanan.

Makanan ringan juga boleh dipertimbangkan, terutama kalau kamu terbiasa ngemil selama penerbangan. Pilih makanan yang praktis dan pastikan tetap mengikuti ketentuan maskapai mengenai barang yang boleh dibawa ke kabin.

Buat jamaah perempuan, beberapa perlengkapan pribadi sebaiknya juga ada di tas kabin. Begitu juga dengan jamaah laki-laki yang mungkin membutuhkan perlengkapan tertentu selama perjalanan.

Yang sering terlupakan justru barang kecil. Kacamata, kabel charger, obat rutin, tisu, atau pulpen misalnya, bisa terasa sangat penting ketika tiba-tiba dibutuhkan tetapi tersimpan di koper bagasi.

Jadi, jangan membuat tas kabin seperti koper kedua. Kalau terlalu penuh, kamu malah kesulitan mencari barang ketika berada di pesawat atau bandara.

Susun barang berdasarkan frekuensi penggunaan. Barang yang paling sering dibutuhkan sebaiknya berada di bagian paling mudah diambil, sedangkan barang cadangan bisa ditempatkan lebih dalam.

Perhatikan juga berat tas. Setiap maskapai punya ketentuan masing-masing mengenai ukuran dan berat bagasi kabin. Jadi, sebelum berangkat, cek kembali aturan penerbangan yang kamu gunakan.

Pada beberapa paket WHI, fasilitas bagasi sudah tercantum secara jelas. Misalnya, ada paket yang menyediakan bagasi 2×23 kg dan bagasi kabin 7 kg, sehingga jamaah bisa memperkirakan sejak awal berapa banyak barang yang bisa dibawa.

Kalau kamu sedang menyiapkan keberangkatan bersama WHI, kebutuhan barang bawaan juga bisa dikonsultasikan dengan tim @whi.umrohhaji. Dengan begitu, kamu bisa menyesuaikan isi koper dan tas kabin dengan fasilitas paket yang memang sudah didapatkan.

Indra Eka Setiawan

Writer & Blogger

Related Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook
Twitter
LinkedIn
Akun ke 3 Milik PT Wisata Halal Indonesia