JAKARTA – Belum hafal doa umroh sering bikin calon jamaah merasa minder sebelum berangkat. Ada yang takut tidak bisa mengikuti rangkaian ibadah, khawatir salah membaca bacaan, atau merasa ibadahnya tidak maksimal karena belum menguasai banyak doa. Padahal, kamu tidak perlu menunggu hafal semua bacaan untuk mulai mempersiapkan diri ke Tanah Suci.
Hal yang perlu dipahami, umroh memiliki rangkaian ibadah dengan tuntunan yang perlu dipelajari. Namun, bukan berarti setiap langkah harus disertai doa panjang yang wajib dihafalkan. Ada bacaan yang memang memiliki tuntunan khusus, ada pula doa yang boleh kamu panjatkan sesuai kebutuhan dan keinginan. Jadi, jangan sampai persoalan hafalan membuatmu mengurungkan niat untuk beribadah.
Kalau belum hafal doa umroh, kamu tetap bisa belajar secara bertahap. Mulailah dari bacaan yang paling sering digunakan, seperti talbiyah, doa ketika melihat Ka’bah, dan bacaan yang berkaitan dengan tawaf serta sa’i. Kamu juga bisa mencatatnya di buku kecil atau ponsel agar mudah dibaca saat diperlukan.
Tidak semua rangkaian ibadah harus diisi doa umroh panjang
Salah satu hal yang sering membuat jamaah bingung adalah anggapan bahwa setiap putaran tawaf punya doa khusus yang harus dibaca. Padahal, tidak ada kewajiban membaca satu doa tertentu untuk setiap putaran tawaf. Kamu boleh berzikir, membaca Al-Qur’an, berdoa dengan bahasa yang dipahami, atau memohon apa pun yang baik kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Begitu juga saat sa’i antara Safa dan Marwah. Ada bacaan dan zikir yang dicontohkan dalam tuntunan ibadah, tetapi kamu tetap bisa berdoa sesuai kebutuhan. Karena itu, belum hafal doa umroh bukan alasan untuk merasa tidak mampu menjalankan ibadah. Yang penting, kamu memahami tata cara dan ketentuan setiap rangkaian ibadah.
Sebelum berangkat, coba pelajari dulu urutan umroh dari ihram, tawaf, sa’i, hingga tahallul. Pahami juga hal-hal yang perlu dijaga selama berihram, termasuk larangan-larangannya. Kalau ada bagian yang belum dimengerti, tanyakan kepada pembimbing saat manasik. Jangan hanya mengandalkan video singkat karena kamu mungkin belum mendapatkan penjelasan lengkap mengenai situasi tertentu.
Kamu bisa membuat catatan sederhana berisi bacaan yang ingin dipelajari. Tidak perlu langsung menghafal banyak dalam satu hari. Sisihkan waktu beberapa menit setelah salat untuk membaca dan mengulanginya. Kalau belum lancar, dengarkan rekaman bacaan sambil mengikuti teks Arab dan artinya. Cara ini biasanya lebih mudah daripada memaksakan diri menghafal semuanya sekaligus.
Kalau belum hafal doa umroh, kamu juga tidak harus malu bertanya kepada jamaah lain atau pembimbing. Justru lebih baik mengakui bagian yang belum dipahami daripada mengikuti bacaan orang lain tanpa tahu maknanya. Saat beribadah, usahakan tetap tenang dan jangan terlalu sibuk membandingkan kemampuan hafalanmu dengan jamaah lain.
Manasik menjadi kesempatan yang bagus untuk memahami praktik ibadah sebelum tiba di Tanah Suci. Kamu bisa melihat bagaimana urutan tawaf dan sa’i dilakukan, kapan mulai membaca talbiyah, serta apa yang harus diperhatikan selama berihram. Kalau masih ada pertanyaan soal doa umroh, sampaikan saat sesi tanya jawab agar pembimbing bisa menjelaskan secara langsung.
Pendampingan seperti ini juga penting bagi jamaah yang baru pertama kali berangkat. Dalam perjalanan bersama WHI, jamaah mendapatkan bimbingan ibadah dari ustadz dan muthawwif. Jadi, kamu punya kesempatan untuk bertanya dan memahami rangkaian ibadah, bukan hanya menerima daftar bacaan untuk dihafalkan. Informasi program dan jadwal keberangkatan bisa kamu tanyakan melalui Instagram @whi.umrohhaji.
Satu hal yang sebaiknya dihindari adalah terlalu fokus pada hafalan sampai lupa memahami makna doa. Ketika tahu arti bacaan yang diucapkan, kamu bisa lebih menghayati apa yang sedang dimohonkan. Kalau belum lancar membaca bahasa Arab, pelajari pelan-pelan dan jangan ragu menggunakan doa dengan bahasa yang kamu pahami ketika memang diperbolehkan.
Jangan pula merasa harus membawa buku doa tebal ke mana-mana. Kamu bisa memilih bacaan yang paling dibutuhkan, menyimpannya di ponsel, atau membawa kartu kecil sebagai pengingat. Yang penting, jangan sampai sibuk mencari halaman bacaan hingga kehilangan fokus saat menjalankan ibadah.

