Cara Menabung untuk Umroh, Mulai dari Mana Kalau Gaji Pas-pasan?

Cara Menabung untuk Umroh, Mulai dari Mana Kalau Gaji Pas-pasan?

JAKARTA – Cara menabung untuk umroh sering terasa berat ketika penghasilan bulanan sudah habis lebih dulu untuk kebutuhan rumah, transportasi, makan, tagihan, dan berbagai pengeluaran kecil yang kadang tidak terasa. Niatnya sudah ada, bahkan keinginan untuk berangkat ke Tanah Suci mungkin sudah dipendam cukup lama, tetapi setiap kali melihat saldo tabungan, rasanya masih jauh dari cukup.

Masalahnya, banyak orang mengira harus punya uang dalam jumlah besar dulu baru bisa mulai menabung. Padahal, yang lebih penting justru bagaimana membuat target yang masuk akal dan menjadikannya sebagai bagian dari pengeluaran rutin, bukan menunggu ada uang sisa di akhir bulan.

Cara menabung untuk umroh dari gaji yang terbatas

Cara menabung untuk umroh sebenarnya bisa dimulai dari angka yang kecil selama dilakukan secara konsisten. Misalnya, kalau kemampuan menyisihkan uang baru Rp300 ribu atau Rp500 ribu setiap bulan, tidak perlu langsung memaksakan diri menabung jutaan rupiah karena justru bisa membuat kebutuhan sehari-hari berantakan.

Coba lihat lagi pengeluaran selama satu bulan. Dari sana, kamu bisa memilah mana kebutuhan yang memang wajib dibayar dan mana pengeluaran yang sebenarnya masih bisa dikurangi tanpa membuat hidup terasa terlalu berat.

Kebiasaan sederhana seperti mengurangi jajan, membatasi pesan makanan, atau mengurangi belanja yang sifatnya impulsif memang kelihatannya kecil. Namun kalau uang tersebut langsung dipindahkan ke tabungan khusus umroh setiap bulan, nominalnya lama-lama bisa terasa juga.

Hal lain yang tidak kalah penting dalam cara menabung untuk umroh adalah membuat rekening atau tempat penyimpanan yang memang dipisahkan dari uang kebutuhan sehari-hari. Kalau uang tabungan masih bercampur dengan saldo untuk makan dan transportasi, godaan untuk mengambilnya ketika ada kebutuhan mendadak biasanya lebih besar.

Kamu juga bisa menentukan target waktu sejak awal. Misalnya ingin berangkat dua atau tiga tahun lagi, lalu hitung kira-kira berapa dana yang perlu disiapkan setiap bulan berdasarkan target tersebut.

Jangan lupa, biaya yang perlu dipikirkan bukan cuma harga paket. Masih ada kebutuhan pribadi seperti uang saku, perlengkapan, oleh-oleh, atau pengeluaran lain selama perjalanan yang sebaiknya ikut masuk perhitungan sejak awal.

Kalau kemampuan menabung ternyata belum bisa mengejar target keberangkatan, bukan berarti niat umroh harus langsung dibatalkan. Kamu bisa membandingkan beberapa pilihan, termasuk paket yang sesuai kemampuan dan opsi pembiayaan yang tersedia.

Salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan adalah Program Pembiayaan Umroh Syariah WHI x BFI Finance Syariah. Program ini menggunakan akad Ijarah Multijasa dengan DP mulai 15 persen dari total paket dan pilihan tenor 3–36 bulan, sehingga orang yang belum punya dana penuh bisa melihat apakah skemanya sesuai dengan kondisi keuangan mereka.

Tetap saja, pembiayaan bukan alasan untuk mengabaikan kemampuan bayar. Justru sebelum mengajukan, kamu perlu menghitung pemasukan, kebutuhan rutin, cicilan lain, dan dana darurat supaya rencana ibadah tidak berubah menjadi beban keuangan baru.

Dalam cara menabung untuk umroh, yang paling penting sebenarnya bukan siapa yang paling cepat mengumpulkan uang. Yang lebih penting adalah punya kebiasaan mengatur uang dengan target yang jelas dan tidak mengorbankan kebutuhan utama hanya demi mengejar nominal tertentu.

Kalau bulan ini baru bisa menyisihkan Rp200 ribu, mulai saja dari sana. Ketika kondisi penghasilan membaik atau ada pemasukan tambahan, nominal tabungan bisa dinaikkan secara bertahap.

Ada juga cara lain yang cukup membantu, yaitu memasukkan pemasukan tambahan langsung ke tabungan umroh. THR, bonus, uang lembur, atau pendapatan dari pekerjaan sampingan tidak harus seluruhnya disimpan, tetapi sebagian bisa langsung dialokasikan agar target lebih cepat tercapai.

Pada saat yang sama, jangan terlalu fokus pada angka sampai lupa bahwa perjalanan umroh membutuhkan kesiapan lain. Selain uang, kamu juga perlu mempersiapkan fisik, memahami rangkaian ibadah, serta mengatur waktu dan kebutuhan selama berada di Tanah Suci.

Kalau kamu sudah punya gambaran target keberangkatan, cara menabung untuk umroh akan terasa lebih konkret. Kamu tidak lagi sekadar berkata ingin umroh, tetapi sudah tahu berapa yang perlu disiapkan setiap bulan dan apa yang harus dikurangi untuk mencapai target tersebut.

Kalau ingin mencari tahu paket atau opsi pembiayaan yang tersedia, kamu bisa konsultasi dulu dengan tim WHI di @whi.umrohhaji. Tidak harus langsung berangkat atau mengambil pembiayaan, karena konsultasi justru bisa membantu kamu mengetahui target dana dan pilihan perjalanan yang lebih sesuai dengan kemampuan.

Indra Eka Setiawan

Writer & Blogger

Related Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook
Twitter
LinkedIn
Akun ke 3 Milik PT Wisata Halal Indonesia