JAKARTA – DP umroh sering menjadi hal pertama yang ditanyakan calon jamaah saat mencari program pembiayaan. Begitu mendengar DP mulai 15 persen, ada yang langsung tertarik. Tapi ada juga yang bertanya, “Kalau DP kecil, nanti cicilannya jadi lebih berat ya?”
Pertanyaan seperti itu wajar. Soalnya banyak orang mengira semakin kecil uang muka yang dibayar, otomatis beban bulanannya akan terasa besar. Padahal, jawabannya tidak bisa disamaratakan karena masih ada faktor lain yang ikut menentukan.
Di program pembiayaan umroh syariah WHI bersama BFI Finance Syariah, DP umroh memang dimulai dari 15 persen dari total harga paket. Setelah pengajuan disetujui, jamaah membayar DP kepada BFI Finance Syariah, lalu menandatangani akad pembiayaan sebelum melanjutkan proses keberangkatan bersama WHI.
Lalu bagaimana dengan sisa pembayarannya dari DP Umroh?
Besarnya cicilan bukan hanya ditentukan oleh DP, tetapi juga oleh tenor yang dipilih. Jamaah bisa memilih tenor mulai dari 3 bulan hingga maksimal 36 bulan. Kalau memilih tenor yang lebih pendek, cicilan bulanannya tentu lebih besar karena waktu pembayarannya lebih singkat. Sebaliknya, kalau memilih tenor yang lebih panjang, nominal cicilan biasanya menjadi lebih ringan.
Makanya, jangan hanya melihat besarnya DP umroh. Lihat juga simulasi cicilannya. Kadang ada orang yang sanggup membayar DP lebih besar supaya cicilan bulanannya lebih ringan. Ada juga yang memilih DP sesuai ketentuan lalu mengambil tenor yang lebih panjang karena dirasa lebih nyaman untuk kondisi keuangannya.
Sebelum masuk ke tahap pembayaran DP, prosesnya juga tidak langsung dimulai. Semua diawali dengan konsultasi bersama Tim Consultant (TC) WHI. Kamu bisa memilih paket umroh, bertanya mengenai simulasi pembiayaan, sekaligus menentukan tenor yang paling sesuai dengan kemampuan.
Kalau sudah memilih paket, data akan diteruskan kepada tim BFI Finance Syariah. Selanjutnya dilakukan proses follow up, pengumpulan dokumen, serta analisa dan pengecekan kelayakan pembiayaan. Setelah pengajuan dinyatakan approved, barulah jamaah melakukan pembayaran DP umroh dan menandatangani akad.
Program ini menggunakan akad Ijarah Multijasa. Selain itu, jamaah juga mendapatkan beberapa ketentuan yang cukup jelas, seperti tidak ada bunga, tidak ada biaya keterlambatan, dan tidak ada biaya tambahan atau penalti apabila ingin melakukan pelunasan lebih cepat. Untuk pembiayaan di atas Rp40 juta, terdapat ketentuan tambahan berupa agunan BPKB mobil sesuai kebijakan yang berlaku.
Sebelum mengajukan, pastikan juga dokumen yang dibutuhkan sudah lengkap. Mulai dari KTP, KK, NPWP, bukti pembayaran listrik terbaru, hingga dokumen pekerjaan seperti slip gaji bagi karyawan atau rekening tabungan tiga bulan terakhir beserta Surat Keterangan Usaha bagi wiraswasta. Dokumen yang lengkap biasanya membantu proses pengajuan berjalan lebih lancar.
Jadi, apakah DP umroh yang kecil membuat sisa pembayarannya lebih berat? Belum tentu. Semua tergantung kombinasi antara harga paket, besarnya pembiayaan, dan tenor yang kamu pilih. Karena itu, jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan angka DP. Minta simulasi lengkap supaya kamu bisa melihat gambaran pembayaran dari awal sampai selesai.
Kalau kamu ingin tahu simulasi DP umroh sesuai paket yang kamu incar, kamu bisa konsultasi langsung dengan tim @whi.umrohhaji. Tim akan membantu menghitung pilihan tenor, besaran cicilan, hingga menjelaskan seluruh proses pembiayaan bersama BFI Finance Syariah, sehingga kamu bisa memilih skema yang paling nyaman untuk kondisi keuanganmu.


