JAKARTA – Makanan untuk umroh sering menjadi salah satu hal yang masih dipikirkan jamaah meskipun makan sudah termasuk dalam paket perjalanan. Wajar saja, karena kebiasaan makan setiap orang berbeda dan belum tentu makanan yang tersedia selalu terasa pas dengan selera atau kondisi perut.
Kalau fasilitas paket sudah mencantumkan makan, sebenarnya jamaah tidak perlu membawa stok makanan seperti sedang pindahan. Justru yang lebih penting adalah menyiapkan beberapa makanan ringan yang praktis untuk kondisi tertentu.
Perjalanan umroh punya banyak momen ketika rasa lapar bisa muncul di luar jam makan. Misalnya ketika sedang dalam perjalanan, menunggu keberangkatan, atau setelah beraktivitas cukup lama dan belum waktunya makan utama.
Di situ makanan ringan bisa menjadi penyelamat kecil. Bukan untuk menggantikan makanan utama, tetapi sekadar membantu mengganjal perut sampai waktu makan berikutnya.
Makanan untuk Umroh, Perlu Bawa Banyak dari Rumah?
Ketika menyiapkan makanan untuk umroh, prinsipnya sederhana: bawa seperlunya. Jangan sampai satu bagian koper penuh oleh camilan karena merasa makanan di Tanah Suci tidak akan cocok dengan lidah.
Camilan ringan yang tahan disimpan bisa menjadi pilihan. Misalnya makanan yang biasa kamu konsumsi ketika perjalanan dan sudah terbukti cocok dengan tubuh sendiri.
Kalau kamu memiliki kebiasaan sarapan dengan makanan tertentu atau mudah lapar di antara waktu makan, beberapa stok kecil bisa cukup membantu. Terutama ketika harus mengikuti jadwal rombongan yang tidak selalu bisa menyesuaikan dengan jam makan pribadi.
Namun, tetap perhatikan ukuran dan jumlahnya. Koper jamaah bukan hanya untuk makanan. Ada pakaian, perlengkapan ibadah, obat pribadi, dokumen, dan barang lain yang juga harus masuk.
Beberapa paket umroh WHI memang sudah mencantumkan makan sebagai fasilitas. Pada paket tertentu, makan termasuk dalam harga bersama tiket pesawat, hotel, transportasi, dan fasilitas perjalanan lainnya.
Karena itu, makanan yang dibawa dari Indonesia lebih tepat dianggap sebagai cadangan pribadi. Kamu tidak perlu membawa lauk lengkap atau makanan untuk sembilan hari penuh.
Buat jamaah yang punya makanan favorit tertentu, membawa beberapa porsi kecil bisa memberikan rasa nyaman. Apalagi pada awal perjalanan ketika tubuh masih menyesuaikan diri dengan suasana, cuaca, dan pola aktivitas baru.
Yang juga perlu diperhatikan adalah jenis makanan yang dibawa. Pilih yang tidak mudah basi, tidak merepotkan saat dibuka, dan tidak gampang tumpah di dalam koper.
Makanan beraroma sangat kuat juga sebaiknya dipertimbangkan lagi. Bukan cuma soal kenyamanan diri sendiri, tetapi juga karena perjalanan dilakukan bersama jamaah lain.
Selain itu, jangan lupa memperhatikan aturan penerbangan dan ketentuan perjalanan terkait makanan yang dibawa. Kalau ragu dengan jenis makanan tertentu, lebih baik cek terlebih dahulu daripada baru mengetahuinya ketika berada di bandara.
Kamu juga tidak harus membawa makanan di koper utama. Beberapa camilan yang memang akan dikonsumsi selama perjalanan bisa ditempatkan dalam tas kabin selama sesuai dengan ketentuan penerbangan.
Hal ini membuat makanan lebih mudah dijangkau ketika lapar di perjalanan. Tidak perlu membuka koper bagasi hanya untuk mengambil satu bungkus camilan.
Kalau kamu punya kebiasaan makan tertentu, hal itu bisa disampaikan ketika berkonsultasi dengan travel. Setidaknya kamu bisa mengetahui seperti apa pola makan yang disediakan dan mempersiapkan kebutuhan pribadi dari rumah.
Jangan sampai karena terlalu fokus membawa makanan, koper malah penuh sebelum berangkat. Apalagi jamaah biasanya masih ingin membawa pulang oleh-oleh untuk keluarga.
Dengan persiapan yang pas, makanan untuk umroh cukup ditempatkan sebagai perlengkapan pendukung. Bawa yang memang kamu butuhkan, pilih makanan yang praktis, dan jangan berlebihan.
WHI juga menyediakan berbagai paket umroh dengan fasilitas yang sudah mencakup kebutuhan perjalanan seperti makan, hotel, transportasi, tour leader, muthowif, hingga perlengkapan umroh sesuai paketnya.
Kalau masih bingung menentukan apa saja yang perlu dibawa, kamu bisa konsultasikan langsung dengan tim @whi.umrohhaji sebelum berangkat. Jadi, kamu bisa packing dengan lebih tenang tanpa harus memenuhi koper dengan barang yang sebenarnya belum tentu terpakai.

