Nabung Buat Umroh Kok Rasanya Nggak Pernah Kekumpul?

Kemenag Minta Jemaah Perhatikan 5 Hal Krusial Cari Travel Umroh Terpercaya Apakah Persiapan Keberangkatan Haji Mujamalah Lebih Praktis Dibanding Haji Reguler?T Travel Umroh Umroh Cerdas, Bukan Umroh Buru-Buru Kenapa Biaya Umroh Tiap Bulan Bisa Berbeda? Strategi Menabung Agar Bisa Umroh Tahun Depan Nabung Buat Umroh Kok Rasanya Nggak Pernah Kekumpul?

JAKARTA – Nabung buat umroh kelihatannya gampang di awal: tentukan target, sisihkan uang setiap bulan, lalu tunggu sampai jumlahnya cukup. Masalahnya, praktik di kehidupan sehari-hari sering nggak sesederhana itu karena selalu ada saja kebutuhan yang tiba-tiba muncul dan mengambil uang yang sebenarnya sudah diniatkan untuk umroh.

Hari ini mungkin uang tabungan masih aman. Besok tiba-tiba kendaraan butuh servis, anak perlu perlengkapan sekolah, ada undangan keluarga, atau muncul kebutuhan rumah yang nggak bisa ditunda. Akhirnya, uang yang tadinya sudah masuk rekening khusus malah keluar lagi sedikit demi sedikit.

Kondisi seperti ini sebenarnya dialami banyak orang. Bukan berarti mereka nggak serius ingin berangkat, tetapi target jangka panjang sering kalah dengan kebutuhan yang terasa lebih mendesak di depan mata.

Itulah kenapa nabung buat umroh membutuhkan lebih dari sekadar niat. Perlu ada sistem yang membuat uang untuk target tersebut nggak gampang tercampur dengan uang belanja dan kebutuhan sehari-hari.

Coba perhatikan satu hal sederhana: ketika uang tabungan umroh disimpan di rekening yang sama dengan uang operasional, godaan untuk mengambilnya biasanya jauh lebih besar. Apalagi ketika saldo terlihat masih cukup banyak, kita sering merasa mengambil sedikit nggak akan masalah.

Padahal, “sedikit” yang diambil berkali-kali bisa membuat target keberangkatan semakin mundur. Bulan ini ambil Rp500 ribu, bulan depan Rp1 juta, beberapa bulan kemudian target yang seharusnya sudah mulai mendekati justru kembali menjauh.

Kenapa Nabung Buat Umroh Sering Berhenti di Tengah Jalan?

Nabung buat umroh juga sering gagal bukan karena seseorang nggak punya kemampuan menabung, tetapi karena targetnya terlalu abstrak. Ketika hanya berkata “pokoknya mau umroh”, kita nggak punya angka, waktu, dan kebiasaan yang jelas untuk dijalankan.

Karena itu, target sebaiknya dibuat lebih konkret. Misalnya menentukan perkiraan biaya yang dibutuhkan, kapan ingin berangkat, berapa dana yang sudah tersedia, dan berapa kemampuan yang realistis untuk disisihkan secara rutin.

Yang nggak kalah penting, jangan membuat target yang terlalu ideal sampai akhirnya malah bikin frustrasi. Lebih baik menyisihkan nominal yang realistis dan konsisten daripada memasang target besar selama dua bulan, kemudian berhenti karena merasa terlalu berat.

Ada juga satu kesalahan yang sering terjadi: menunggu uang sisa untuk ditabung. Cara ini terdengar masuk akal, tetapi kenyataannya uang hampir selalu punya kebutuhan lain sebelum akhir bulan.

Kalau ingin lebih disiplin, justru uang untuk target umroh bisa dipisahkan sejak awal ketika pemasukan diterima. Dengan begitu, tabungan nggak lagi bergantung pada apakah masih ada uang setelah semua kebutuhan selesai.

Namun, bagaimana kalau sudah mencoba berbagai cara tetapi target tetap terasa jauh? Di titik inilah calon jamaah bisa mulai melihat pilihan lain, termasuk skema pembiayaan yang sesuai kemampuan.

Program Pembiayaan Umroh Syariah WHI x BFI Finance Syariah, misalnya, menawarkan DP mulai 15 persen dari harga paket umroh dengan pilihan tenor mulai 3 bulan sampai maksimal 36 bulan. Pembiayaan tersebut menggunakan akad Ijarah Multijasa.

Pilihan seperti ini bukan berarti seseorang harus berhenti menabung. Justru kondisi keuangan tetap perlu dihitung supaya keputusan yang diambil nggak membuat kebutuhan sehari-hari terganggu.

Program tersebut juga tidak menggunakan bunga, serta tidak mengenakan biaya keterlambatan maupun biaya tambahan untuk pelunasan lebih awal sesuai ketentuan program. Untuk nilai pembiayaan di atas Rp40 juta, terdapat ketentuan jaminan berupa BPKB kendaraan.

Kalau uang selalu punya “jalan keluar” sebelum target tercapai, mungkin yang perlu diubah bukan impiannya, melainkan cara mengelola uangnya. Dan ketika sudah memahami kondisi keuangan sendiri, pilihan untuk menabung atau mempertimbangkan pembiayaan bisa dibuat dengan lebih tenang melalui konsultasi bersama Tim Consultant WHI di @whi.umrohhaji.

Indra Eka Setiawan

Writer & Blogger

Related Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook
Twitter
LinkedIn
Akun ke 3 Milik PT Wisata Halal Indonesia