JAKARTA – Umroh sekarang bayar belakangan membuat banyak orang mulai berpikir kalau berangkat ke Tanah Suci ternyata tidak selalu harus menunggu tabungan puluhan juta rupiah terkumpul lebih dulu. Meski begitu, masih banyak calon jamaah yang mengira cukup memilih paket lalu langsung berangkat. Padahal, ada beberapa hal yang tetap perlu dipersiapkan supaya proses pengajuan berjalan lancar.
Yang pertama tentu bukan soal uang, tetapi soal kesiapan diri. Sebelum memilih program umroh sekarang bayar belakangan, kamu perlu memastikan bahwa keputusan berangkat memang sudah dipikirkan dengan matang. Jangan sampai hanya karena melihat iklan cicilan ringan, lalu buru-buru mendaftar tanpa menghitung kemampuan keuangan setiap bulan.
Kalau sudah merasa siap, langkah berikutnya adalah memilih paket umroh yang sesuai kebutuhan. Di WHI, proses ini diawali dengan konsultasi bersama Tim Consultant (TC). Di tahap ini kamu bisa bertanya apa saja, mulai dari pilihan paket, jadwal keberangkatan, sampai bagaimana sistem pembiayaan yang bekerja sama dengan BFI Finance Syariah.
Banyak orang mengira konsultasi berarti harus langsung mendaftar. Padahal justru sebaliknya. Konsultasi dilakukan supaya calon jamaah benar-benar memahami program umroh sekarang bayar belakangan sebelum mengambil keputusan. Dengan begitu, semua informasi sudah jelas sejak awal dan tidak ada yang baru diketahui di tengah proses.
Kalau kamu sudah menentukan paket dan ingin melanjutkan pengajuan, data akan diteruskan kepada tim BFI Finance Syariah. Setelah itu, pihak BFI akan melakukan follow up untuk melengkapi dokumen sekaligus melakukan analisa dan pengecekan kelayakan pembiayaan. Tahapan ini memang menjadi bagian dari proses agar pembiayaan sesuai dengan kemampuan calon jamaah.
Nah, di sinilah persiapan dokumen menjadi penting. Untuk mengikuti program umroh sekarang bayar belakangan, kamu perlu menyiapkan KTP pemohon dan pasangan apabila sudah menikah, Kartu Keluarga, NPWP, bukti pembayaran listrik terbaru, serta salah satu dokumen pendukung seperti PBB, AJB, sertifikat rumah, atau rekening listrik.
Kalau kamu bekerja sebagai karyawan, biasanya juga diminta melampirkan slip gaji terbaru dan surat keterangan kerja. Sementara bagi yang memiliki usaha sendiri, dokumen yang diperlukan adalah rekening tabungan tiga bulan terakhir beserta Surat Keterangan Usaha atau SKU. Semakin lengkap dokumen yang disiapkan sejak awal, biasanya proses analisa juga bisa berjalan lebih lancar.
Kalau hasil analisa sudah disetujui, barulah jamaah melakukan pembayaran DP kepada BFI Finance Syariah dan menandatangani akad pembiayaan. DP yang dibutuhkan dimulai dari 15 persen dari total harga paket umroh. Setelah administrasi selesai, jamaah tinggal fokus mempersiapkan keberangkatan bersama WHI.
Program umroh sekarang bayar belakangan ini juga memberikan pilihan tenor yang cukup fleksibel, mulai dari 3 bulan hingga maksimal 36 bulan. Jamaah bisa memilih tenor yang paling sesuai dengan kondisi keuangan masing-masing sehingga pembayaran tetap terasa nyaman setiap bulan.
Hal lain yang juga perlu dipahami sejak awal adalah ketentuan pembiayaannya. Program ini menggunakan akad Ijarah Multijasa, tidak menggunakan bunga, tidak ada biaya keterlambatan, dan juga tidak ada biaya tambahan atau penalti apabila ingin melakukan pelunasan lebih cepat. Khusus pembiayaan dengan nilai di atas Rp40 juta, terdapat ketentuan tambahan berupa agunan BPKB mobil sesuai kebijakan yang berlaku.
Kalau masih ada hal yang ingin ditanyakan, jangan ragu untuk berkonsultasi terlebih dahulu. Tim @whi.umrohhaji siap membantu menjelaskan seluruh prosesnya, mulai dari pemilihan paket, simulasi pembiayaan, persyaratan dokumen, hingga tahapan setelah pengajuan disetujui. Jadi sebelum memutuskan berangkat, kamu sudah benar-benar paham apa saja yang perlu dipersiapkan.

