JAKARTA – Umroh tanpa riba menjadi salah satu hal yang semakin sering dicari calon jamaah. Bukan karena mereka sekadar ingin mencari cicilan yang ringan, tetapi karena ingin memastikan proses pembiayaan yang dipilih benar-benar sesuai dengan prinsip syariah.
Sekarang informasi tentang pembiayaan umroh ada di mana-mana. Sayangnya, nggak semuanya menjelaskan secara utuh. Ada yang hanya menampilkan besaran cicilan, ada yang fokus ke DP murah, tapi jarang yang menjelaskan akad apa yang digunakan. Padahal, justru di situlah salah satu poin penting yang sebaiknya dipahami sebelum memutuskan mengambil pembiayaan.
Kalau kamu sedang mencari program umroh tanpa riba, jangan langsung terpaku pada nominal cicilan atau promo yang ditawarkan. Coba tanyakan juga bagaimana sistem pembiayaannya berjalan dan akad apa yang digunakan. Dengan begitu, kamu bisa memahami sejak awal bagaimana prosesnya, bukan hanya melihat hasil akhirnya.
Di program pembiayaan umroh syariah WHI bersama BFI Finance Syariah, akad yang digunakan adalah Ijarah Multijasa. Akad ini menjadi dasar dalam proses pembiayaan sehingga seluruh tahapan dijalankan sesuai ketentuan yang telah disepakati sejak awal. Karena itu, calon jamaah bisa mengetahui dengan jelas bagaimana mekanisme pembiayaannya sebelum menandatangani akad.
Sebelum masuk ke tahap pembiayaan, prosesnya diawali dengan konsultasi bersama Tim Consultant WHI. Di sini kamu bisa memilih paket umroh yang sesuai sekaligus bertanya apa saja tentang program pembiayaan. Mulai dari besaran DP, pilihan tenor, dokumen yang dibutuhkan, sampai simulasi cicilan, semuanya bisa dijelaskan sejak awal supaya nggak ada yang membingungkan di tengah jalan.
Kalau kamu sudah menentukan paket dan ingin melanjutkan proses, data akan diteruskan kepada tim BFI Finance Syariah. Setelah itu, tim BFI akan melakukan follow up, mengumpulkan dokumen, lalu melakukan analisa dan pengecekan kelayakan pembiayaan. Tahapan ini memang menjadi bagian penting agar pembiayaan yang diberikan sesuai dengan kemampuan masing-masing jamaah.
Dokumen yang dibutuhkan juga sudah ditentukan sejak awal. Mulai dari KTP pemohon dan pasangan bagi yang sudah menikah, Kartu Keluarga, NPWP, bukti pembayaran listrik terbaru, hingga salah satu dokumen pendukung seperti PBB, AJB, sertifikat rumah, atau rekening listrik. Untuk karyawan biasanya diminta slip gaji terbaru dan surat keterangan kerja, sedangkan wiraswasta dapat melampirkan rekening tabungan tiga bulan terakhir beserta Surat Keterangan Usaha.
Kalau pengajuan disetujui, jamaah melakukan pembayaran DP mulai dari 15 persen dari harga paket umroh kepada BFI Finance Syariah sekaligus menandatangani akad pembiayaan. Setelah administrasi selesai, jamaah tinggal fokus mempersiapkan keberangkatan bersama WHI. Sementara pembayaran cicilan berikutnya akan dikelola langsung oleh pihak BFI Finance Syariah sesuai akad yang telah disepakati.
Hal lain yang membuat banyak calon jamaah merasa lebih tenang adalah skema pembiayaannya. Program ini tidak menggunakan bunga, tidak ada biaya keterlambatan, dan juga tidak ada biaya tambahan atau penalti kalau suatu saat kamu ingin melunasi pembiayaan lebih cepat. Kalau nilai pembiayaan yang diajukan melebihi Rp40 juta, ada ketentuan tambahan berupa agunan BPKB mobil sesuai kebijakan yang berlaku.
Kalau kamu masih punya pertanyaan tentang program umroh tanpa riba, jangan ragu untuk berkonsultasi terlebih dahulu. Tim @whi.umrohhaji siap membantu menjelaskan prosesnya dengan bahasa yang mudah dipahami, mulai dari pilihan paket, simulasi pembiayaan, sampai akad yang digunakan. Jadi sebelum memutuskan berangkat, kamu sudah benar-benar paham dengan program yang dipilih.


