Cicilan Umroh Itu Sebenarnya Gimana? Dari DP Sampai Pembayaran Tiap Bulan?

Visa Mujamalah adalah Layanan Khusus untuk Haji, Bukan untuk Kegiatan Lain Tragis! WNI Meninggal di Gurun karena Haji Ilegal, Ini Pentingnya Daftar Haji Khusus Resmi Kenapa Biaya Umroh Bisa Naik Mendadak? Cicilan Umroh Itu Sebenarnya Gimana? Dari DP Sampai Pembayaran Tiap Bulan?

JAKARTA – Cicilan umroh sebenarnya nggak serumit yang dibayangkan, tapi memang ada beberapa tahapan yang perlu dipahami sebelum seseorang memutuskan mengajukan pembiayaan. Banyak calon jamaah biasanya cuma ingin tahu, “Nanti bayarnya tiap bulan berapa?”, padahal ada proses yang dimulai jauh sebelum pembayaran bulanan berjalan.

Selama ini, istilah cicilan memang sering bikin orang langsung berpikir soal pinjaman biasa. Padahal dalam program pembiayaan umroh syariah WHI bersama BFI Finance Syariah, ada akad Ijarah Multijasa yang digunakan dalam proses pembiayaan.

Hal pertama tentu menentukan paket umroh yang ingin diambil. Harga paket inilah yang nantinya menjadi dasar untuk menghitung kebutuhan DP dan pembiayaan yang diajukan.

Calon jamaah nggak harus langsung menentukan sendiri. Kamu bisa konsultasi dengan Tim Consultant WHI untuk mendapatkan penjelasan mengenai pilihan paket sekaligus mengetahui bagaimana skema pembiayaan yang tersedia.

Setelah paket dipilih, barulah calon jamaah bisa melihat berapa dana yang perlu disiapkan di awal. Dalam program ini, DP dimulai dari 15 persen dari total harga paket.

Misalnya harga paket yang dipilih Rp30 juta, maka 15 persennya adalah Rp4,5 juta. Angka ini hanya contoh perhitungan supaya lebih gampang membayangkan mekanismenya, sedangkan nominal sebenarnya mengikuti harga paket yang dipilih.

Setelah itu, kalau calon jamaah memang ingin mengajukan pembiayaan, data akan diteruskan kepada BFI Finance Syariah. Di tahap ini bukan berarti pengajuan langsung disetujui, karena masih ada proses follow up, pengumpulan dokumen, analisa, dan pengecekan kelayakan.

Setelah DP, Cicilan Umroh Dibayar Tiap Bulan

Kalau pengajuan sudah disetujui dan proses administrasinya selesai, jamaah membayar DP kepada BFI Finance Syariah. Setelah itu, sisa pembiayaan dibayarkan sesuai tenor yang disepakati.

Pilihan tenornya mulai dari 3 bulan sampai maksimal 36 bulan. Jadi, calon jamaah punya beberapa pilihan waktu pembayaran yang bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan dan hasil analisa pembiayaan.

Di sinilah sebenarnya cicilan umroh mulai berjalan. Pembayaran berikutnya dilakukan sesuai jadwal yang sudah disepakati, sehingga jamaah perlu memastikan penghasilan bulanannya memang cukup untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Jangan cuma melihat angka pembayaran per bulan lalu merasa aman. Kebutuhan rumah tangga, tagihan, biaya sekolah, transportasi, sampai dana darurat tetap harus masuk hitungan supaya pembayaran nggak mengganggu kebutuhan utama.

Program ini juga tidak menggunakan bunga. Selain itu, tidak ada biaya keterlambatan dan tidak ada biaya tambahan atau penalti apabila jamaah ingin melakukan pelunasan lebih cepat.

Untuk pembiayaan di atas Rp40 juta, terdapat ketentuan agunan berupa BPKB mobil. Ketentuan seperti ini tentu perlu dipahami sejak awal supaya calon jamaah nggak baru mengetahuinya setelah proses pengajuan berjalan.

Apa yang Harus Disiapkan Sebelum Cicilan Umroh?

Sebelum mengajukan, calon jamaah sebaiknya menyiapkan dokumen yang dibutuhkan sesuai ketentuan. Di antaranya seperti KTP, KK, NPWP, bukti pembayaran listrik terbaru, serta dokumen penghasilan atau usaha.

Dokumen tersebut diperlukan dalam proses analisa pembiayaan. Jadi, semakin awal dokumen disiapkan, semakin mudah juga calon jamaah mengikuti tahapan pengajuan.

Yang nggak kalah penting adalah menghitung kemampuan sendiri. Kalau setelah membayar kebutuhan rutin ternyata masih ada dana yang bisa dialokasikan setiap bulan, cicilan umroh mungkin bisa dipertimbangkan.

Sebaliknya, kalau pemasukan setiap bulan saja masih pas-pasan dan sering habis untuk kebutuhan utama, sebaiknya jangan memaksakan diri. Berangkat ke Tanah Suci memang menjadi keinginan yang baik, tetapi perencanaannya tetap harus disesuaikan dengan kemampuan.

Jadi sebenarnya cicilan umroh itu alurnya cukup jelas. Pilih paket, konsultasi, ajukan pembiayaan, lengkapi dokumen, tunggu proses analisa dan persetujuan, bayar DP, lalu menjalankan pembayaran sesuai tenor yang disepakati.

Kalau masih ada bagian yang bikin bingung, nggak perlu langsung mengambil keputusan. Kamu bisa konsultasi dengan tim @whi.umrohhaji untuk bertanya soal paket, DP, tenor, dokumen, sampai alur pengajuannya, sehingga cicilan umroh yang dipilih benar-benar sudah dipahami dari awal.

Indra Eka Setiawan

Writer & Blogger

Related Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook
Twitter
LinkedIn
Akun ke 3 Milik PT Wisata Halal Indonesia